Bagi anda yang ingin mesan madu hubungi kami ke: 00967714308986 atau Email: abu.ishaq85@gmail.com Terimakasih.

Marquee

Sabtu, 23 April 2011

FUNGSI UTAMA HABBATUSSAUDA'


Memperkuat Sistem kekebalan tubuh

Penelitian yang lebih dari satu dekade lalu menyimpulkan bahwa jika Habbatus sauda’ digunakan sebagai bahan dasar, maka dapat memberikan pengaruh penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya. Efek antibiotic dan antivirus yang terkandung dalam Habbatus sauda’ telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam akibat infeksi virus. Habbatussauda’ mampu melawan penyakit secara alami sehingga efek samping apabila menggunakan obat-obatan sintetis dapat dihindari.

Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas Habbatussauda’ sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengkonsumsi kapsul Habbatussauda’ (2x sehari 1 gram) selama empat minggu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi kapsul Habbatussauda’ (mengkonsumsi placebo) dan berfungsi sebagai kelompok pengontrol.
Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat minggu, para relawan itu dihitung jumlah limpositnya. Setelah empat minggu, relawan yang mengkonsumsi Habbatussauda’ mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah. Kelompok yang mengkonsumsi placebo hanya meningkat 7%. Mereka melaporkan “Mungkin penemuan ini termasuk salah satu penemuan besar karena Habbatussauda’ ternyata mempunyai peranan penting dalam penyembuhan kanker, AIDS, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.” Hasil ini diperkuat dengan studi yang dipublikasikan dalam Saudi Pharmaceutical Journal Tahun 1993 oleh Dr. Basil Ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, King Faisal University.

Pada bidang penelitian AIDS, tes dilakukan oleh Dr. Haq pada relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medisa di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa Habbatussauda’ meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negative menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.

Habbatussauda’ adalah cara pengobatan yang sudah teruji untuk berbagai macam penyakit, tanpa efek samping. Seperti kita ketahui sistem kekebalan melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme berbahaya lainnya. Bakteri, virus, jamur dan organisme-organisme tersebut masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir.

Racun pada makanan, lingkungan dan sistem dapat menyebabkan penurunan aktivitas kekebalan tubuh. Jika fungsi kekebalan melemah, maka tubuh tidak bisa menghindari infeksi dan serangan penyakit. Habbatussauda’ membantu dalam poses penyembuhan karena memiliki peranan yang penting dalam menguatkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kemampuan Habbatussauda’ dalam mengobati penyakit adalah sungguh nyata. Tanaman Habbatussauda’ mampu menstabilkan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Setiap hari tubuh kita diserang oleh berbagai macam mikroorganisme dan bibit penyakit (pathogen), terutama dari jenis bakteri, virus, dan jamur.

Secara normal, kita tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena kita memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang berfungsi secara efisien. Sistem kekebalan tubuh yang sehat bereaksi untuk melawan serangan dari luar. Tetapi jika pertahanan tubuh kita tidak berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama, maka akan membuat bibit penyakit memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Bibit-bibit penyakit yang menemukan basis pertahanan yang cocok, dapat menimbulkan resiko infeksi dan penyakit lainnya.

Melemahnya sistem kekebalan dapat timbul akibat tekanan psikologi yang keras atau stress yang berkelanjutan. Sedikitnya frekuensi olah raga, diet yang tidak seimbang, obat-obatan, alkohol, rokok, radiasi, dan polusi, juga menjadi salah satu bagian yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat mengakibatkan:
Mudah terjangkit infeksi
Kudis dan iritasi berat pada kulit seperti neurodermatitis
Timbulnya masalah pada pencernaan, diare, berkurangnya berat badan secara signifikan
Penyembuhan secara berulang-ulang dan rasa sakit yang tidak terdeteksi
Hal yang harus diperhatikan bahwa Habbatussauda’ ini harus dijadikan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk kesehatan dan idealnya harus dijadikan sebagai gaya hidup setiap hari. Dengan cara ini, banyak nutrisi dan kepentingan penyembuhan yang terkandung pada biji Habbatussauda’ dapat membantu sistem kekebalan tubuh, menyuplainya dengan sumber daya yang optimum yang dibutuhkan untuk mencegah untuk melawan penyakit.

Aktivitas Anti-Histamin

Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.

Pada tahun 1960, ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimmer dithymoquinone diisolasi dari minyak volatile Habbatussauda’, dengan nama “Nigellone” dan dipakai melalui mulut untuk beberapa pasien yang menderita asma bronchitis, yang ternyata mengurangi gejala pada sebagian besar pasien. Hasil penelitian selanjutnya, crystalline nigellone diberikan pada anak-anak dan orang dewasa dalam penyembuhan asma bronchitis dengan hasil yang efektif dan tanpa efek samping, seperti keracunan. Setelah diteliti, bagaimanapun juga, meskipun efektif, crystalline nigellone menunjukkan reaksi penghambatan.

Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty,M.D., memimpin sebuah studi untuk mengetahui apakah penghambatan ini merupakan pengaruh dari penemuan bahwa mekanisme sistem dibalik efek supresi dari crystalline nigellone pada histamine adalah bahwa crystalline nigellone memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamine.

Sebagai tambahan, studinya menunjukkan crystalline nigellone sebagai penghambat pada histamine. Hipotesanya ternyata benar. Studi Dr Chakravarty’s bahwa crystalline nigellone menurunkan pelepasan kalsium pada sel-sel penyangga yang juga melepas histamine. Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.

Anti-tumor (Pengobatan Kanker)

Studi tentang potensi Habbatussauda’ terhadap anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Karala (India) pada Tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan Habbatussauda’ dalam pengobatan kanker.

Hasil dari suatu penelitian mengungkapkan bahwa Habbatussauda’ menstimulasi sumsum tulang dan kekebalan sel serta produksi interferon, melindungi tubuh dari serangan virus, menghancurkan sel tumor, dan menghalangi adanya infeksi. Penelitian ini juga menyatakan bahwa minyak yang terkandung dalam Habbatussauda’ mempunyai sifat antibiotic, dan dari tes laboraturium mengindikasikan bahwa Habbatussauda’ dapat dipercaya sanggup melawan sel kanker.

Minyak dalam Habbatussauda’ mengandung zat yang tepat untuk pengobatan kanker serta pencegahannya. Peneliti menemukan bahwa sistem kekebalan yang sehat dapat mengenali sel tumor sebelum membahayakan sel lain dan merusaknya. Habbatussauda’ membantu mengontrol tumor dengan banyak cara, yaitu :
Menstimulasi produksi sel sumsum tulang
Meningkatkan produksi sel imun/kekebalan
Meningkatkan produksi interferon
Sel tubuh mempunyai perlindungan yang lebih baik dalam melawan pengaruh hal-hal yang membahayakan
Sel tumor dihancurkan menggunakan asam lemak derivan Habbatussauda’, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menunjukkan bahwa sistem aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ahrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).
Tikus yang mendapatkan sel EAC dan Habbatussauda’ menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.

Hasil pada tikus yang menerima sel DLA dan Habbatussauda’ menunjukkan bahwa sistem aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapat sistem aktif tersebut.
Studi tersebut menyimpulkan, “Itu adalah bukti sistem aktif tersebut mengisolasi dari Habbatussauda’ sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya.

Anti-bakteri

Pada Tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari Habbatussauda’. Pada Tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktivitas anti bakteri minyak volatile Habbatussauda’ dengan lima macam histamine : ampicillin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, dan Asam Nalidixic.

Minyak Habbatussauda’ terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V.cholera, E.coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap histamin yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.

Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan, ada hal yang menarik bahwa Habbatussauda’ juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, Habbatussauda’ masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti:beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot terlalu banyak)

Obat Luka radang

Diawal tahun 1960, Professor El-Dakhakny melaporkan bahwa minyak Habbatussauda’ memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.
Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Department of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektivitas minyak Habbatussauda’ dan derivannya thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa sistem dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam Habbatussauda’lah yang mungkin meningkatkan efektivitas minyak tersebut. Pada Tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektivitas Habbatussauda’ tidak menimbulkan alergi.

Meningkatkan produksi susu pada ibu menyusui

Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Habbatussauda’ meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui. Sumber literature dari University of Protchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan Habbatussauda’ dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan struktur histamin dalam Habbatussauda’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar